Muqoddimah:

Latar belakang kedatangan kami :

Kami orang-orang biasa yang masing-masing punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sebagian kami masih ber-waztan (wazhifah tanzhim/tugas struktural), sebagian tidak lagi, ada juga yang belum pernah ber-waztan internal. Kesatuan kami hanyalah pada kesatuan hati dan kecintaan kami kepada Jama’ah ini. Terlebih lagi, bagi beberapa orang di antara kami, Ustadz adalah guru kami dan tetap demikian di hati kami. Kecintaan mantan mutarobbi tak pernah boleh diukur dengan perubahan status kami sekarang, maupun dengan sikap kami saat ini dalam menghadapi permasalahan Jama’ah. Baca entri selengkapnya »

HNW Jadi DKI 1?

Posted: 20/03/2012 in Catatan Dakwah

Beberapa bulan sebelum ini, nama Bang Sani semakin akrab kita dengar sebagai calon yang akan diusung oleh PKS sebagai Gubernur DKI dalam Pilkada yang akan datang. Berbagai langkah sosialisasi dan kampanye terselubung pun dilakukan jauh hari sebelum Pilkada dimulai. Namun sebagaimana kami sudah prediksikan, bahwa Bang Sani ini bukan calon yang memiliki nilai jual dalam pertarungan politik DKI. Ditambah lagi ternyata ada penolakan dari kalangan kader PKS sendiri terhadap pencalonan Bang Sani. Ternyata menjadi comblang untuk Adang dan anak buah Anis Matta tidak cukup untuk menghantarkannya memenuhi ambisi kekuasaan.

Demikianlah adanya. Setelah PKS ditolak oleh Demokrat dengan calon mereka Bang Sani, maka perlu dilakukan strategi ulang, yaitu menampilkan sosok yang memiliki nilai jual dan diterima oleh kalangan kader PKS. Maka, muncullah Hidayat Nur Wahid ke permukaan dan disambut baik oleh kalangan kader. Selain itu, Hidayat Nur Wahid sebagai mantan Ketua MPR jelas memiliki nilai jual yang tinggi kepada parpol lain.

Setelah disahkan menjadi calon yang akan diusung oleh PKS, kami ingin mengingatkan para kader PKS yang belakangan seringkali mengangkat isu JIL sebagai program pencitraan mereka. Perhatikan bagaimana HNW menyatakan ikrarnya kepada pluralisme yang berdasarkan kesepakatan ulama sebagai sebuah kekufuran. Kami berlepas diri dari pernyataan semacam ini. Laa haula wa laa quwwata illa billah.

 

Hidayat Nurwahid soal Pluralisme di Jakarta
- Fabian Januarius Kuwado | Kistyarini | Selasa, 20 Maret 2012 | 07:07 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Isu pluralisme kerap menjadi keraguan masyarakat terhadap pemimpin partai berasaskan keagamaan, tak terkecuali menjelang Pemilihan Umum Kepala Daerah DKI Jakarta. Pasalnya, Jakarta sebagai ibu kota negara memiliki karakter masyarakat yang heterogen sehingga membutuhkan pemimpin yang mampu mengakomodasi kepentingan seluruh warga Jakarta tanpa memandang perbedaannya.

Keraguan tersebut pun terjawab oleh Hidayat Nurwahid, calon gubernur yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang disandingkan dengan Didi J Rahbini, kader Partai Amanat Nasional (PAN). Keduanya merupakan partai yang berasaskan keagamaan.

Pluralisme bagi PKS sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Anda tahu bahwa saya pernah menjadi kordinator Indonesia Damai, ada Pendeta Nababan, Romo Mudji, Franz Magnis-Suseno, dan mereka nyaman,” ujarnya kepada wartawan di Gedung DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (19/3/2012).

Ketika pemilu legislatif 2004, Hidayat mengungkapkan bahwa dirinya mendapatan suara tertinggi di Indonesia, yaitu dari Jakarta. Begitu juga saat dirinya menjadi Presiden PKS saat Pilkada 2007 sehingga partai berlambang bulan sabit dan padi tersebut memiliki jumlah kursi terbanyak kedua di DPRD DKI Jakarta setelah Partai Demokrat.

“Itu adalah fakta sejarah dan bagian yang bisa diulangi, saya mendapatkan begitu banyak dukungan, dari begitu banyak kelompok warga; ada kelompok suku, kelompok lintas agama, pemuda, pelajar, bahkan rekan-rekan kami dari non-Muslim pun memberikan dukungan,” ungkap Ketua MPR periode 2004-2009 itu.

Ia melanjutkan, saat menjadi Presiden PKS beberapa waktu lalu, dia pernah memimpin aksi damai besar yang diikuti oleh tokoh lintas agama. Semua hal tersebut dikatakan menjadi indikator kesuksesan partai dalam menanggapi isu pluralisme di Jakarta. Karena itu, Hidayat merasa optimistis mampu menang dalam pertarungan Pilkada DKI Jakarta.

Ia yakin bisa mengalahkan nama-nama sekelas Fauzi Bowo dan Joko Widodo yang lebih populer karena telah didengungkan sejak lama sebagai salah satu cagub Jakarta. “Siap dua-duanya (kalah atau menang), tetapi yang jelas PKS tidak memajukan saya untuk kalah,” tuturnya.

Kemarin kita melihat di surat kabar perihal pernyataan salah satu qiyadah PKS, akan jam tangan Rolex-nya yang seharga Rp 70juta saja yang dibelinya sejak lima tahun yang lalu. Beliau menjabat sebagai wakil rakyat di sebuah negara yang masih diterpa krisis ekonomi, di tengah masyarakat yang mayoritas miskin dan kelaparan. Lebih lagi, tidak sedikit yang menghormati beliau dengan panggilan ustadz. Beberapa kalangan pun menerima dirinya sebagai juru dakwah.

Berbagai reaksi muncul terhadap pernyataan tersebut. Penolakan, yang banyak muncul di kalangan masyarakat menitikberatkan kepada kepekaan seorang wakil rakyat terhadap rakyat yang ia wakili. Pembelaan dari kalangan internal partai juga mencuat dengan mengatasnamakan halalnya harta yang digunakan, bahwa ia masih membayar zakat dan mengeluarkan infaq, lalu ia juga seorang Muslim yang kita wajib berhusnudzon dan hindari ghibah atas dirinya atau membuka aib dirinya.

Kami merasakan perlu untuk menegaskan sikap kami dan penolakan kami terhadap hal ini. Sebelumnya kami ingin menanggapi berbagai pembelaan kader PKS terhadap sang qiyadah.

Baca entri selengkapnya »

Dibawah ini adalah informasi yang disebarluaskan oleh situs beritapks.top8.com yang kemudian kami turut sebarluaskan agar dapat membuka mata para kader, akan bagaimana kelakuan para qiyadah yang mereka jadikan panutan itu.

 

Upaya Menutupi Korupsi Trilyunan Rupiah di Kementerian Kominfo BP3TI

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita semua.

Mahasuci Allah Subhanahu Wa Ta Ala, yang menguasai segala-galanya dengan Maha Cermat dan Sempurna. Tahu persis apa yang kita lakukan, tidak hanya lirikan mata, tapi niat di balik setiap lirikan mata. Tidak hanya kata yang terucap, tapi niat dibalik setiap kata yang terucap. Berbahagialah bagi orang-orang yang selalu menyadari bahwa Allah Maha Melihat, Maha Mendengar, dan Maha Menilai segala apa yang kita lakukan, sebab pastilah tidak ada yang luput dari genggaman-Nya, walau satu titik noktah sekalipun.

Pastilah pula Allah Ta’ala akan memberikan ganjaran yang setimpal dan balasan yang setimpal pula dari setiap yang kita lakukan. Dan ketahuilah bahwa apapun perilaku yang kita lakukan sebenarnya adalah pancaran dari hati kita. Dalam perilaku lahiriah kita, ia adalah cerminan keadaan hati kita yang sesungguhnya.

Informasi pemberitaan korupsi trilyunan rupiah yang beredar di BP3TI Kementerian Kominfo beberapa waktu yang lalu melalui media forum elektronik (kaskus, indowebster, dll) hanya menyampaikan informasi yang ada minimum jika kita hendak mentelusuri lebih jauh itu akan banyak lagi keterkaitan antara institusi, organisasi, dan pola kerja yang membentuk Jaringan Mafia di Depkominfo.

Kita semua kecewa atas reaksi sejumlah pejabat Kominfo beramai-ramai berteriak dengan suara sumbang pura-pura tidak tahu dan membenarkan yang salah, padahal korupsi di BP3TI telah lama terjadi dan telah diketahui oleh tidak hanya oleh internal pejabat kominfo tapi juga banyak pihak khususnya komunitas telekomunikasi Indonesia. Selalu saja Para pejabat dan oknum yang terlibat melakukan tindakan yang kontra produktif mencari pembenaran agar menutupi kenyataan/kesalahan padahal selayaknya semua berinterospeksi untuk melakukan tindakan yang korektif agar dikedepan hari tidak terjadi kekurangan-kekurangan yang ada, Bagaimana kita bisa memperbaiki negara kita jika semua mental pejabat dan pemimpin kita tidak baik dan jujur.

Agar dapat memberikan Pengertian yang Jelas dan untuk memotivasi semua jajaran yang ada untuk mengkoreksi semua kekurangan yang ada sehingga tidak disalahgunakan kembali oleh oknum pejabat atau organisasi Partai yangberkuasa, maka kita semua merasa terpanggil untuk mengupas dan membeberkan satu demi satu Praktek Mafia (tidak sesuai/menyalahi dengan aturan yang ada) Partai PKS didalam sebuah website aktif khususnya didalam tubuh Departemen Komunikasi dan Telekomunikasi atau Departemen yang lain yang dilakukan oleh perorangan maupun Partai.

Dan pada kesempatan ini kita semua mengajak seluruh warga Indonesia untuk sadar dan berani menyuarakan informasi kejahatan korupsi dengan cara mengawasi dan memberikan informasi jika melihat atau mendapatkan bukti kejahatan/kecurangan/korupsi di sekitar kita khususnya yang dilakukan oleh anggota panitia, pejabat, dan anggota Partai PKS. Silahkan kirimkan email supendi58@gmail.com, semua kerahasiaan pengirim akan dijamin.

Melanjuti Laporan beberapa waktu yang lalu mengenai ketelibatan Partai PKS dalam tender NIX di BP3TI seperti disampaikan sebelumnya banyak spesifikasi yang mengunci ke salah satu vendor dan untuk cara pembuktiannya dapat dibuktikan dengan sangat sederhana dan cepat. Lihat seluruh jawaban penawaran dari seluruh peserta tender yang sudah masuk untuk semua paket Nusantara Internet Exchange (NIX) Tahap 2. Dapat dipastikan 90% lebih dari peserta tender memasukkan produk Juniper Networks untuk lembar usulan teknis (LUT) dar Router, Switch, dan Pengamanan Jaringan, jika ingin menang. Mengapa produk lain seperti sisco, Alcatel, Huawei, Ericson, HP, Extrme tidak ada yang menawarkan? Karena spek nya sudah dikunci untuk produk Juniper. Bukan hanya Router tapi beberapa perangkat dan persyaratan lain juga tidak luput dikunci oleh Panitia lelang.

Disini telah terlihat dengan nyata, bahwa telah terjadi persekongkolan antara vendor dengan bekerja sama dengan Panitia Lelang yang diketuai Berrianto Herlambang dan Teamnya untuk mengatur hasil tender, sehingga mengurangi / menghambat / memperkecil / meniadakan persaingan yang sehat. Menurut perundang-undangan yang berlaku (Keppres 54 tahun 2010), dijelaskan bahwa Tender NIX ini tidak sah, dan pejabat yang seharusnya bertanggung jawab dan berwenang harus membatalkannya demi hukum dalam hal ini adalah Bapak H. Santoso selaku Pejabat Pembuat Komitmen yang bertanggung jawab.

Namun pada kenyataannya, bukannya pembatalan yang dilakukan, tapi permufakatan semua pihak untuk melanjutkan lelang NIX yang cacat hukum agar Tetap Jalan Terus. Tindakan ini telah dilakukan secara “diam-diam” dengan melakukan perubahan-perubahan disana-sini (dokumen teknis, dokument administrasi peserta tender, dll) agar prosedur Lelang dapat tetap dianggap sah oleh Team Panitia. Hal ini terpaksa dilakukan karena adanya desakan berbagai pihak oknum pimpinan Kominfo, PKS dan khususnya desakan dari para vendor dan calon pemenang yang sudah mengeluarkan “Dana Taktis” seperti PT MID dan MTI untuk Komitmen di awal yang terbilang sangat besar sampai hampir 10M.

Selain itu Team Panitia dan Pejabat Kominfo mencoba mempermainkan/membentuk Opini public dan mencoba mengkesampingkan fakta-fakta yang ada sehingga ingin membentuk anggapan bahwa Tidak ada kejangalan/kecurangan dalam lelang yang ada, sebab Jika Lelang NIX diulang/dibatalkan, berarti lembaga BP3TI DepKominfo terlihat mengakui adanya ketidaberesan di BP3TI, dan ini sama saja dengan melempar kotoran ke muka sendiri. Seharusnya Seorang “Pemimpin/Orang Besar” dapat tahu kapan harus mengkoreksi/mawas diri sebelum melakukan kesalahan yang kedua kali. Dan bagi Orang salah seperti ini lebih merasa malu dan takut kepada jabatan duniawi, pimpinan, keluarga, rekan kerja dan masyarakat dilingkungannya, daripada murka, siksa dan azab dari Allah SWT, sehingga dalam proses pembenaran opini ini berbagai alasan dan polesan pembenaran dilakukan, untuk menutupi kesalahan/kejahatan di BP3TI ini.

Tidak ada kejahatan yang tersembunyi di muka bumi ini. Daripada suatu saat menjadi bola panas dan masalah besar dikemudian hari serta menyeret banyak pihak, inilah saatnya diperlukan kearifan dalam mengambil keputusan.

“Berlaku jujurlah kalian. Sesungguhnya jujur itu menuntun kepada kebaikan dan kebaikan itu menuntun ke surga. Seseorang senantiasa jujur dan berusaha untuk jujur, sehingga ia ditulis di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah oleh kalian dusta karena sesungguhnya dusta itu menuntun kepada keburukan dan keburukan itu menuntun ke neraka. Seseorang senantiasa berdusta dan berusaha untuk berdusta sehingga ia ditulis di sisi Allah sebagai seorang pendusta” (HR Muslim dari Ibnu Mas�ud).

Seperti kita semua kecewa atas pernyataan Kepala BP3TI, Bapak H. Santoso dan pejabat lain di depan pers yang mencoba melakukan miss-leading informasi kepada kita semua “Jadi sama sekali belum keluar dana negara. Bagaimana korupsinya kalau dana belum keluar?” Sebenarnya Bapak H. Santoso sudah tahu dan menyadari sepenuhnya, bahwa yang dikorupsi pejabat di BP3TI dan Partai PKS adalah uang muka senilai 15%-20% dari paket pekerjaan senilai hampir 50-100M untuk setiap paket pekerjaan BP3TI, apakah itu bukan uang Negara? Total ada lebih dari 60 paket pekerjaan yang sedang ditenderkan BP3TI saat ini, senilai lebih dari Rp. 3.2 Trilyun Rupiah, yang sedang buru-buru diselesaikan sebelum berakhirnya tahun 2011. Ini belum termasuk pendapatan dari proyek yang lama, yakni: Penyedia Desa Dering (Telkomsel , Icon+), PLIK (Telkom, Lintasarta, SIMS, Jastrindo), Akses Internet SIMMLIK (CNI), MPLIK (Telkom, Lintasarta, Multidata, Radnet, WIN, Jogja Digital), NIX Tahap 1 (Moratel-CNI , Telkom, Satnet), dan Penyedia SIMMLIK (SMS).

Dengan diambilnya uang muka 15-20% dari setiap paket pekerjaan tidak heran banyak pekerjaan yang dilelang tidak selesai, kalaupun selesai kualitas yang di realisasikan oleh Pemenang tersebut dibawah standard yang ditawarkan. Dan Pada akhirnya yang dirugikan adalah Negara dan Rakyat banyak, dikarenakan kepentingan dan keserahkahan sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab.

Juga pernyataan Bapak H. Santoso yang menyatakan tidak ada tekanan kepada BP3TI adalah kata-kata penyejuk di padang gurun. Pada Kenyataannya dengan mata hati yang tulus, dapat saudara lihat beratnya beban dan jeritan hati para staff BP3TI yang jujur dan bersih serta terus berharap agar kemunafikan kesalahan ini untuk segera berakhir. Kita semua tahu, bahwa calon-calon pemenang dari 60 paket lebih yang sedang berjalan, mayoritas adalah titipan dari oknum pejabat PKS yang dikoordinir 3 serangkai: Adiseno (pimpinan dan staff ahli menteri Tifatul Sembiring), Saut (teknis), dan Tyas utomo (komersial). Banyak perusahaan yang tidak jelas yang dipilih oleh 3 serangkai tersebut, tidak punya pengalaman, bahkan perusahaan yang tidak memenuhi persyaratan di buat agar tetap dipilih menjadi calon pemenang paket pekerjaan lelang di BP3TI. Contohnya saja salah satu peserta lelang yang dijagokan oleh Partai yang persyaratan perijinannya dipertanyakan (tidak sesuai dgn peraturan yang berlaku) tapi tetap lulus kualifikasi dengan baik. (Penjelasan detail akan diberikan pada topik berikutnya).

Sejak tahun 2010 hingga sekarang, Oknum PKS tersebut telah bekerjasama Panitia Tender BP3TI dibawah pimpinan Berry Herlambang berupaya untuk menghabiskan target anggaran dana USO (Non-APBN) senilai lebih dari Rp. 3,2 trilyun, dengan mengatur spesifikasi teknis dalam 5 Paket Utama, yakni: Penyediaan NIX (Rp. 1.23T), PLIK Sentra Produktif (Rp. 575M), Upgrading Desa Pinter (Rp. 431M), Penyediaan International Internet Exchange/IIX (Rp. 138M), TELINFO-TUNTAS (Rp. 840M). Detail mengenai paket pekerjaan, dapat dilihat pada table berikut ini:

Pekerjaan ” Penyediaan Nusantara Internet Exchange/Nasional Internet Exchange (NIX) KPU/USO”

Pekerjaan ” Penyediaan Jasa Akses Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) Sentra Produktif”:

Pekerjaan “Penyediaan Jasa Akses Telekomunikasi Dan Informatika Perdesaan KPU/USO (Upgrading Desa Pinter)”

Pekerjaan “Penyediaan International Internet Exchange (IIX) KPU/USO” sebagai berikut:

Penyediaan Jasa Akses Telekomunikasi dan Informatika Di Daerah Perbatasan dan Pulau Terluar (TELINFO-TUNTAS) KPU/USO”

Korupsi yang merugikan Rakyat dan Negara khususnya ditubuh di Depkominfo oleh PKS harus segera diakhiri, karena trilyunan rupiah uang rakyat Indonesia dikorup oleh segelintir orang/kelompok jangan sampai Penggunaan Dana untuk kepentingan Masyarakat banyak yang di korbankan, Mari kita semua mengawasi jalannya USO (Universal Service Obligation) jangan sampai disalahgunakan oleh sekelompok orang.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” (Qs. an-Nisa� : 29 )

Nama: Tyas Utomo Soekarsono (UUT)
Alamat: Jl.Dwijaya no 11 A Radio Dalam Jakarta 12140, telp. 021-726-1745.

Pendidikan :
� Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Jurusan Akuntansi, 1991
� Master of Business Administration The Department of Business and Administration, University of Illinois at Urbana-Champaign (UIUC), 1995
� Doctor of Philosophy The Department of Agricultural and Consumer Economics, University of Illinois at Urbana-Champaign (UIUC), 2001

Pengalaman :
1. Pengajar di Universitas Indonesia, Jakarta (Dept. Management), bidang:
� Program Master of Management untuk Managerial Economic, 2001 – sekarang
� Program Master of Accounting untuk Managerial Economic, 2001 – sekarang
� Program Sarjana untuk Introduction to Business, 2002 – sekarang
� Program Sarjana untuk Organizational Behavior, 2002- sekarang
2. Direktur Keuangan dan Administrasi di NADA CIPTA RAYA (NCR), 2001 – 2002
3. Direktur Keuangan dan Administrasi di PORTALAS SURANSI NUSANTARA (PORTALAS), 2001 – 2002
4. Summer Internship, CITIBANK N.A – INDONESIA, 1994
5. Senior Auditor di DELOITTE TOUCHE TOHMATSU INTERNATIONAL – INDONESIA, 1990 � 1993

SAUT MARULI TUA SARAGIH MUNTHE,

Pengurus PKS Wilayah Dakwah Sumbagut, menjadi calon legislatif nomor urut-4 Partai PKS (Dapil III) yang gagal untuk DPR pada Pemilu 2004, karena hanya mendapat 1.480 suara (1.4%) dari total 105.023 suara sah PKS di daerah tersebut. Setelah kegagalan tersebut, Saut merapat ke Adiseno sebagai koordinator tim teknis PKS untuk mengatur proyek-proyek USO BP3TI.

Semoga kita semua selalu mendapat bimbingan, ridho, taufiq, hidayah dan Inayah dari Allah SWT. Amin yarobal�alamin. Wabilahitaufiq wal hidayah.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatu

Ternyata era keterbukaan sudah benar-benar kebablasan. Setelah sebelumnya mengucapkan selamat hari raya kepada umat agama lain ramai menjadi perdebatan, kini ada yang lebih nyeleneh lagi dilakukan oleh Ahmad Heryawan, Gubernur Jabar dari Partai Kesurupan Setan. Pertanyaannya adalah adakah ikhtilaf seputar hal semacam ini? Jelas tidak. Para ulama salaf dan kholaf sepakat bahwa merayakan hari raya agama lain membatalkan keislaman seseorang.

Bahkan dalam beberapa situs berita, terlihat foto Ahmad Heryawan, Lc ini sedang berjalan mengikuti pawai dengan dibelakangnya diusung dewa-dewa Cina yang dirayakan. Beginilah era keterbukaan, ketika aqidah tidak lagi menjadi persoalan jika tahun ini anda akan berusaha untuk mencalonkan diri kembali.

Perayaan Cap Gomeh adalah perayaan ibadah Tionghoa yang dimulai sejak masa kekaisaran dinasti Han, yang ditujukan kepada para dewa-dewa mereka. Untuk lebih lengkapnya bisa dicari di internet mengenai apakah perayaan Cap Gomeh itu. (http://www.tionghoa.com/perayaan-lentera/)

Kini Cap Gomeh Bukan Hanya Milik Warga Etnis Cina

Senin, 06 Pebruari 2012 19:56 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan perayaan Cap Go Meh tidak hanya menjadi milik warga Cina, namun seluruh masyarakat Indonesia. “Perayaan Cap Go Meh ini sudah menjadi budaya bangsa yang dapat dinikmati seluruh masyarakat, tidak hanya masyarakat Tionghua saja,” kata Gubernur saat membuka secara resmi Kirap Cap Go Meh 2012 di Vihara Dhanagun, Kota Bogor, Senin (6/2).

Gubernur mengatakan, perayaan Cap Go Meh dirayakan secara bersama-sama oleh masyarakat Tionghua yang juga disaksikan oleh masyarakat Bogor dan lainnya. Menurut Gubernur, seluruh umat adalah satu meski berbeda agama, budaya dan warna kulit tapi berasal dari satu Tuhan yang sama yakni Tuhan Yang Maha Esa.

“Kita umat yang satu, nenek moyang yang satu. Kita harus menghargai perbedaan, karena perbedaan itu menyatukan kita,” kata Gubernur. Kehadiran tarian Papua yang menyambut kedatangan Gubernur dan atraksi Reog Sunda merupakan tanda bahwa Cap Go Meh merupakan perayaan bangsa budaya Indonesia.

Gubernurpun mengucapkan terimakasih kepada panitia dan Yayasan Dhangun yang telah menggelar kirap Cap Go Meh tersebut. “Tampilnya budaya Papua sebagai tanda kita berada di satu perahu Indonesia menuju kemakmuran,” kata Gubernur.

Ia berharap kegiatan ini dapat menyatukan masyarakat lewat silaturahmi yang terjalin dalan perayaan tersebut. Gubernur menambahkan pendekatan budaya sangat tepat dalam menyatukan masyarakat. Dengan kotak budaya dapat menyatukan kotak-kotak lainnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Dhanagun Suhardi Arnold menyebutkan Perayaan Cap Go Meh telah menjadi pesta rakyat yang diselenggarakan oleh lintas agama dan lintas budaya. “Dengan perayaan Cap Go Meh ini dapat mempererat hubungan persaudaraan antara masyarakat di Kota Bogor dan sekitarnya,” kata Suhardi.

Perayaan Kirap Cap Go Meh berlangsung meriah. Antusiasme warga untuk menyaksikan perayaan setahun sekali tersebut cukup tinggi. Ini terlihat dari padatnya jumlah pengunjung yang datang sejak pagi hingga berlangsungnya parade mobil hias yang digelar mulai pukul 18.00 WIB. Para pengunjung tidak hanya berasal dari Kota Bogor, tapi sejumlah daerah seperti Jakarta bahkan mancanegara

Redaktur: Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber: Antara

Betapa banyak tokoh agama yang menurut kami tahu hakikat agama Allah, lalu ia menyimpang darinya dan menyatakan selainnya. Ia menggunakan ilmunya untuk membuat penyimpangan-penyimpangan secara sengaja* dan memberikan fatwa-fatwa** yang diminta penguasa bumi yang pasti lenyap! Mereka berusaha menguatkan kekuasaan yang melawan kekuasaan Allah*** dan kehormatan-kehormatan agama Allah di bumi seluruhnya.

Kami melihat di antara mereka ada yang memgetahui dan mengatakan bahwa pembuatan undang-undang adalah salah satu hak Allah****. Barangsiapa mendakwakan hak ini maka ia telah mendakwakan uluhiyah. Barangsiapa mendakwakan uluhiyah maka ia telah kafir! Barangsiapa mengakui hak ini dan mengikutinya, maka ia juga telah kafir! Meskipun demikian, meskipun ia tahu hakikat ini, yang diketahuinya sebagai sesuatu yang pasti dalam agama, namun ia melakukan kampanye bagi para thoghut yang mendakwakan hak pembuatan undang-undang, dan mendakwakan uluhiyah lantaran mendakwakan hak ini.. Thoghut yang berkuasa atas mereka dengan kekufuran! Ia menyebut para thoghut itu sebagai “Muslim”! Ia menyebut praktik mereka sebagai Islam yang tidak ada Islam sesudahnya! Kami menemukan di antara mereka.menuliskan buku mengenai haramnya riba pada satu tahun, dan pada tahun yang lain menulis buku tentang kehalalan riba.. Kami temukan di antara mereka ada yang menyetujui perbuatan dosa***** dan menyebarkan kenistaan****** di antara masyarakat. Ia memakaikan pakaian agama, simbol dan lambang agama pada lumpur ini.

Dikutip dari kitab Fii Dzilalil Quran jilid 5 terjemahan Robbani Press, halaman 450-451.

Penjelasan dari kami:
*) Perhatikan penyimpangan aqidah yang menyatakan bahwa demokrasi itu bukan kemusyrikan dan halal yang dilakukan oleh qiyadah dan kader PKS.
**) Fatwa yang sesat seperti Pancasila sebagai maqashid syari’ah pun pernah dikeluarkan oleh qiyadah PKS.
***) Ingat fatwa bahwa koalisi dengan thoghut menjadi bagian dari iman dan aqidah yang dikeluarkan oleh qiyadah PKS?
****) Kira-kira apa posisi qiyadah PKS yang berada di meja parlemen dan turut menyetujui penggelapan dana rakyat, penghamburan anggaran negara, halalkan riba lalu haramkan kewajiban umat beriman seperti qishosh? Mereka jadikan diri mereka sebagai tandingan Allah dalam membuat hukum yang hanyalah hak Allah ta’ala.
*****) Bagaimana dengan diamnya qiyadah PKS dalam kasus BLBI, sebagai salah satu contoh persetujuan dengan kebathilan.
******) Nonton porno di ruang parlemen? Penghamburan uang dengan bermewah-mewahan? Nikah fasad? Laa hawla wa laa quwwata illa billah.

http://m.antaranews.com/berita/282510/pks-dekati-syahrini-dan-desi-ratnasari

Partai dakwah..?

Minimnya perhatian dan kelembutan seorang ibu yang tersita waktunya untuk aktivitas di luar rumah, jika mau disadari, sejatinya berpengaruh besar pada perkembangan jiwa anak. Terlebih jika keperluan anak dan suaminya malah diserahkan kepada sang pembantu/babysitter. Lantas di manakah tanggung jawab untuk menjadikan rumah sebagai madrasah bagi anak-anak mereka?

Banyak orang bodoh meneriakkan agar wanita jangan dikungkung dalam rumahnya, karena membiarkan wanita diam menganggur dalam rumah berarti membuang separuh dari potensi sumber daya manusia. Biarkan wanita berperan dalam masyarakatnya, keluar rumah bahu membahu bersama lelaki membangun negerinya dalam berbagai bidang kehidupan!!!

Demikian igauan mereka. Padahal dari sisi mana mereka yang bodoh ini dapat menyimpulkan bahwa separuh potensi sumber daya manusia terbuang? Dari mana mereka dapat istilah bahwa wanita yang diam di rumah karena mengurusi rumahnya adalah pengangguran? Ya, karena memang dalam defenisi kebodohan mereka, wanita pekerja adalah yang bergiat di luar rumah. Adapun yang cuma berkutat dengan pekerjaan domestik, mengurus suami dan anak-anaknya bukanlah pekerja tapi penganggur. Tidak memberikan pendapatan bagi negara.

Baca entri selengkapnya »